Festival Lomplai 2026 Tampil Lebih Besar dengan Maskot Hudoq dan Persiapan Lebih Terstruktur

oleh -
oleh
Festival Lomplai, Kutai Timur

Kutai Timur – masuk dalam program nasional Karism Event Nusantara (KEN), yang mendorong peningkatan skala  Festival Lomplai 2026 menghadirkan sejumlah perubahan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tradisi syukuran panen masyarakat Dayak Wehea ini kini tidak hanya digelar sebagai agenda adat, tetapi telah penyelenggaraan.

Ketua Lembaga Adat Wehea, Yuliana Wetuq, menyebutkan perbedaan paling mencolok terlihat dari kesiapan masyarakat yang kini dilakukan lebih awal dan terorganisir. Persiapan dimulai sejak 23 Maret 2026 melalui ritual pembukaan, ditandai bunyi gong, dengan gotong royong lintas generasi yang berlangsung selama sekitar satu bulan.

“Dari anak muda sampai orang tua terlibat. Mereka membersihkan kampung, membuat gapura ukiran, sampai menyiapkan ornamen kayu,” ujar Yuliana.

Selain itu, inovasi baru juga dihadirkan pada pelaksanaan tahun ini. Untuk pertama kalinya, panitia menyiapkan maskot Topeng Hudoq berukuran besar yang akan dipasang di sejumlah titik strategis. Kehadiran maskot ini menjadi daya tarik visual baru yang sebelumnya tidak ada dalam penyelenggaraan Lomplai.

Perubahan lainnya terlihat dari penataan lokasi yang lebih matang, khususnya di Desa Nehas Liah Bing yang menjadi pusat kunjungan. Panitia menyiapkan lahan parkir, panggung, hingga latihan tari kolosal dan kesiapan alat musik tradisional secara lebih terstruktur dibanding tahun sebelumnya.

Meski mengalami pengembangan, pola pelaksanaan tradisi tetap dipertahankan. Enam desa di wilayah adat Wehea Nehas Liah Bing, Jak Luay, Diak Lay, Long Wehea, Bea Nehas, dan Deabeq tetap menggelar Lomplai secara bergiliran. Sistem ini sengaja dijaga agar masyarakat dapat saling mengunjungi antar desa, sekaligus mempertahankan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

“Setiap desa tetap melaksanakan, hanya waktunya berbeda. Itu tidak bisa diubah karena sudah menjadi bagian dari tradisi,” katanya.

Beragam lomba tradisional seperti gasing, engrang, menyumpit, hingga meraut kayu juga kembali digelar, namun dengan pengemasan yang lebih menarik untuk wisatawan.

Dengan masuknya Lomplai ke dalam KEN, festival ini tidak lagi hanya berfokus pada ritual adat, tetapi juga mulai diarahkan sebagai daya tarik wisata budaya. Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 22–29 April 2026.

Yuliana berharap perubahan yang dihadirkan tahun ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan tanpa menghilangkan nilai sakral tradisi.

“Intinya tradisi tetap dijaga, tapi sekarang kita juga mulai menyesuaikan dengan kebutuhan pengunjung,” bebernya.

Sementara, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menargetkan sekitar 12 ribu wisatawan akan berkunjung sepanjang rangkaian festival yang berlangsung sejak 23 Maret hingga 29 April 2026.

Lonjakan kunjungan ini diyakini akan berdampak langsung pada sektor usaha masyarakat, mulai dari penginapan, rumah makan, hingga pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan festival.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, menyebut target tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran 10 ribu pengunjung.

“Target kita tahun ini lebih tinggi. Kita ingin dampaknya juga semakin terasa bagi masyarakat,” ujar Rifanie saat diwawancarai terpisah.

Rifanie menjelaskan, peningkatan kunjungan biasanya terjadi dalam beberapa hari menjelang hingga setelah puncak acara yang dijadwalkan pada 22 April 2026.

“Keramaian itu tidak hanya di hari puncak, tapi sudah terasa sejak beberapa hari sebelumnya dan masih berlanjut setelahnya,” katanya.

Untuk mendukung lonjakan tersebut, Dinas Pariwisata Kutim telah meminta pelaku usaha, seperti hotel, penginapan, dan rumah makan, agar bersiap menyambut wisatawan.

Selain itu, promosi juga digencarkan melalui media sosial serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media dan sektor perbankan. Berbagai lomba fotografi dan videografi turut digelar guna menarik minat kunjungan langsung ke lokasi. (Ronny)

No More Posts Available.

No more pages to load.