CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cirebon menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.
Hal itu disampaikan Effendi Edo saat menghadiri pengukuhan Pengurus Kadin Kota Cirebon masa bakti 2025–2030 di Balai Kota Cirebon, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Kadin Jawa Barat Almer Faiq Rusydi, jajaran pengurus Kadin, serta sejumlah pelaku usaha di Kota Cirebon.
Dalam sambutannya, Effendi Edo mengucapkan selamat kepada pengurus baru Kadin Kota Cirebon dan berharap kepengurusan yang baru dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Menurutnya, posisi Kota Cirebon sebagai kota perdagangan di jalur strategis Pantura dan bagian dari kawasan Metropolitan Rebana menjadi peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Semoga pengukuhan ini menjadi penguat komitmen kita bersama untuk terus menggerakkan ekonomi Kota Cirebon secara berkelanjutan,” ujar Effendi Edo.
Ia menjelaskan sektor perdagangan, jasa, akomodasi, hingga makanan dan minuman masih menjadi penopang utama ekonomi Kota Cirebon yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Namun demikian, Effendi Edo menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus mampu dirasakan secara merata, terutama oleh pelaku usaha kecil dan masyarakat lokal.
“Tantangan kita adalah memastikan pertumbuhan ini benar-benar inklusif, dirasakan hingga ke pelaku UMKM dan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara optimal,” tegasnya.
Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, juga berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat melalui kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan penguatan infrastruktur penunjang dunia usaha.
Selain itu, transformasi digital disebut menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus direspons bersama oleh pemerintah dan pelaku usaha agar ekonomi daerah semakin kompetitif.
Effendi Edo optimistis Kota Cirebon memiliki potensi besar untuk berkembang, didukung kontribusi sektor perdagangan dan jasa yang mencapai 27,31 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), serta ribuan pelaku usaha yang aktif di daerah tersebut.
“Tugas kita bersama adalah meningkatkan daya saing UMKM, memperkuat data pelaku usaha, serta mengoptimalkan sektor pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kadin Kota Cirebon periode 2025–2030, Eti Herawati, menegaskan pihaknya siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia perbankan, Bank Indonesia, hingga Kadin Jawa Barat dalam mendukung penguatan ekonomi daerah.
Ia menyebut pengembangan UMKM dan pemberdayaan pengusaha muda akan menjadi fokus utama kepengurusan Kadin Kota Cirebon ke depan.
“Kadin harus hadir sebagai motor penggerak kolaborasi dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi daerah,” ujar Eti Herawati. (*)








