PASER – DPRD Kalimantan Timur melalui Komisi IV melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau kondisi pendidikan di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU). Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah SMK Negeri 4 Tanah Grogot, Rabu (20/5/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud, bersama rombongan yang turun untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas pendidikan serta menyerap berbagai persoalan yang dihadapi sekolah di lapangan.
Syahariah menegaskan bahwa pengawasan sektor pendidikan tidak cukup hanya berdasarkan laporan administratif, melainkan harus dibuktikan dengan peninjauan langsung agar kondisi riil di lapangan dapat diketahui secara objektif.
“Kalau hanya membaca laporan tentu semua terlihat baik. Karena itu kami memilih turun langsung melihat kondisi sekolah yang ada di daerah,” ujarnya saat kunjungan.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi IV mengecek berbagai fasilitas sekolah mulai dari ruang belajar, sarana praktik siswa, hingga fasilitas penunjang lainnya yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Menurut Syahariah, langkah tersebut penting untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran pendidikan benar-benar dirasakan oleh pihak sekolah, baik siswa maupun tenaga pendidik.
“Tujuan kami memastikan program pendidikan benar-benar berjalan sesuai kebutuhan sekolah. Jadi bukan sekadar angka dalam laporan,” katanya.
Selain melakukan pengecekan fasilitas, Komisi IV DPRD Kaltim juga menggelar forum diskusi bersama sejumlah kepala sekolah di wilayah Paser. Pertemuan itu membahas berbagai isu pendidikan, termasuk kesiapan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran mendatang serta kendala yang masih dihadapi sekolah.
Dalam forum tersebut, para kepala sekolah menyampaikan sejumlah permasalahan, seperti keterbatasan sarana prasarana hingga kebutuhan penunjang proses belajar mengajar.
Syahariah menilai masukan dari pihak sekolah menjadi bahan penting bagi DPRD dalam merumuskan kebijakan bersama pemerintah daerah.
“Kami ingin mendengar langsung dari sekolah. Karena kondisi di lapangan tentu lebih nyata dibanding hanya laporan tertulis,” ujarnya.
Hasil kunjungan ini nantinya akan dibahas dalam rapat internal Komisi IV DPRD Kaltim sebelum diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Selain itu, hasil peninjauan juga akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari evaluasi program pendidikan daerah.
Syahariah menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama yang harus terus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Pendidikan menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah. Karena itu, apa yang kami temukan di lapangan tentu akan kami sampaikan sebagai bahan perhatian bersama,” pungkasnya.(*)






