LUWU UTARA – Kebutuhan makanan siap saji dan air bersih menjadi persoalan paling mendesak bagi ratusan warga terdampak banjir di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara.
Di tengah masa tanggap darurat yang masih berlangsung, banyak warga masih bergantung pada bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari setelah banjir merendam permukiman mereka.
Untuk membantu masyarakat terdampak, personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Sulsel menyiagakan dapur lapangan serta mobil water treatment di lokasi pengungsian.
Dapur lapangan difungsikan untuk memasok makanan siap saji bagi warga korban banjir, sementara mobil water treatment digunakan untuk menyediakan air bersih bagi pengungsi.
Langkah kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Pasi Log Batalyon D Pelopor, Ipda Ibrahim bersama personel Brimob lainnya.
Banjir yang melanda wilayah Baebunta Selatan sebelumnya membuat sejumlah dusun terendam dan memaksa warga menghadapi keterbatasan kebutuhan pokok.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara pun telah menetapkan masa tanggap darurat banjir selama 10 hari sejak 21 Mei 2026 guna mempercepat penanganan bencana.
Selain itu, Posko Tanggap Darurat juga terus dioperasikan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan maksimal.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, sebelumnya meminta seluruh instansi teknis turun langsung ke lapangan guna memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, banjir merendam empat dusun di wilayah tersebut.
Dusun Seruni menjadi wilayah dengan dampak cukup besar dengan sekitar 40 kepala keluarga atau 160 jiwa terdampak. Sementara Dusun Melati mencatat 20 kepala keluarga atau sekitar 40 jiwa terdampak banjir.
Di Dusun Anggrek, sebanyak 10 kepala keluarga atau sekitar 40 jiwa juga terdampak. Selain itu, banjir turut merendam permukiman warga di Dusun Mawar dengan jumlah terdampak mencapai sekitar 50 kepala keluarga.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan logistik dan pasokan air bersih menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat berlangsung.
Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Laode Rusli, menegaskan pihaknya akan terus mendukung penanganan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir.
“Brimob hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik demi kemanusiaan dan keselamatan warga terdampak bencana,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Pemerintah daerah juga terus mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem susulan masih dapat terjadi sewaktu-waktu.(*)

