Kutai Timur – Program Rumah Layak Huni (RLH) yang digagas Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan progres signifikan. Dalam lebih dari dua tahun pelaksanaan, sekitar 800 unit rumah telah dibangun dan direhabilitasi bagi warga berpenghasilan rendah.
Program yang dijalankan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kutim ini ditargetkan mencapai 1.000 unit dalam lima tahun anggaran. Setiap tahun, rata-rata 200 unit rumah direalisasikan, baik pembangunan baru maupun perbaikan.
Pada 2025, sebanyak 205 unit rumah tipe 36 dibangun dengan alokasi Rp 115 juta per unit. Selain itu, 473 rumah direhabilitasi dengan anggaran Rp 60 juta per unit. Perbaikan difokuskan pada atap, lantai, dan dinding atau dikenal dengan istilah “aladin” menyesuaikan tingkat kerusakan bangunan.
Kepala Dinas Perkim Kutim, Ahmad Ip Makruf, melalui Sekretaris Dinas Perkim, Novian Prananta, menyampaikan bahwa penetapan penerima dilakukan secara selektif melalui Tim Pokja PKP lintas sektor.
“Data penerima ini berasal dari Tim Pokja PKP yang terdiri dari lintas sektor. Leading sectornya ada di Bappeda, sedangkan tim terdiri dari Dinas Perkim, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Bagian Pembangunan di Setkab. Tim inilah yang memutuskan siapa yang paling berhak menerima pembangunan rumah layak huni,” ujarnya.
Ia menegaskan, legalitas lahan menjadi syarat utama penerima bantuan. Minimal, calon penerima memiliki dokumen kepemilikan yang sah, seperti surat segel atau dokumen lain yang diakui secara hukum.
“Ini penting agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.
Program RLH Kutim juga disebut sejalan dengan agenda nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam target pembangunan 3 juta rumah di Indonesia. Sinergi pusat dan daerah diharapkan memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Manfaat program ini dirasakan langsung warga, salah satunya Norma, warga Desa Singa Gembara, Sangatta Utara. Ia mengaku kini lebih tenang beraktivitas setelah rumahnya diperbaiki.
“Dulu kalau hujan deras, kami khawatir karena atap bocor dan dinding sudah rapuh. Sekarang alhamdulillah rumahnya sudah bagus dan kokoh. Saya bisa lebih tenang berjualan karena anak-anak di rumah juga lebih nyaman,” tuturnya.
Sebaran program menjangkau sejumlah kecamatan, antara lain Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, dan Rantau Pulung. Pendataan dilakukan berjenjang dari tingkat RT hingga kecamatan, sebelum diverifikasi langsung oleh Perkim agar bantuan tepat sasaran. (*)








