MAMASA – Kegiatan Event Trail Jelajah Alam Wisata (Jelata) yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026 di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, membawa dampak ekonomi signifikan bagi pelaku usaha lokal. Sejumlah pengelola hotel dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengaku merasakan langsung peningkatan pengunjung dan penjualan.
Pengelola hotel di Mamasa menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya event tersebut. Mereka menilai kegiatan motor trail mampu mendongkrak tingkat hunian kamar yang sebelumnya cenderung sepi.
Salah satu pengelola Hotel Kana, Hj Amma Neni, mengungkapkan bahwa sejak adanya event tersebut, tingkat okupansi hotelnya meningkat drastis hingga hampir penuh.
“Kami dari Hotel Kana menyampaikan ucapan terima kasih. Karena adanya kegiatan itu, kamar hampir full,” ujarnya, Selasa, (21/6/2026).
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin setiap tahun agar sektor perhotelan di Mamasa semakin bergairah.
“Kami berharap panitia bisa mengadakan kegiatan seperti ini tiap tahunnya agar hotel kami dipadati pengunjung,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Agus, pemilik Hotel Sajojo, yang turut merasakan lonjakan jumlah tamu selama event berlangsung.
“Pengelola hotel-hotel di Mamasa tentunya sangat mengapresiasi kegiatan ini, sebab dengan adanya event tersebut, hotel kami penuh,” katanya.
Tidak hanya sektor perhotelan, para pelaku UMKM juga merasakan dampak positif dari kegiatan ini. Puspita, salah satu pedagang di dalam kota Mamasa, mengaku jumlah pembeli meningkat signifikan selama event berlangsung.
“Pembeli kami lumayan banyak atas hadirnya motor trail di Mamasa. Kami berharap kegiatan ini bisa diadakan setiap tahun,” ujarnya.
Respon Panitia Event Trail Jelata
Panitia pelaksana menyebutkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menghadirkan ajang olahraga otomotif, tetapi juga hiburan bagi peserta dan masyarakat. Salah satu rangkaian acara adalah hiburan musik yang diisi oleh DJ sebagai penutup kegiatan.
Hery Kurniawan selaku panitia menjelaskan bahwa hiburan tersebut merupakan bagian umum dari event trail di berbagai daerah.
“Hiburan ini merupakan bagian dari event dan bertujuan memberikan hiburan bagi rider serta masyarakat Mamasa dalam batas yang wajar,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa panitia telah melakukan perbaikan terhadap sejumlah fasilitas yang sempat terdampak jalur motor trail.
“Ada beberapa titik yang rusak, namun kami dari panitia sudah melakukan perbaikan,” ujarnya.
Terkait kehadiran DJ, Hery menegaskan bahwa hal tersebut murni untuk hiburan dan tidak ada aktivitas lain di luar itu.
“Kehadiran DJ hanya untuk menghibur, sama seperti di daerah lain. Tidak ada hal lain yang dilakukan,” tegasnya.
Dukung Agenda “Bulan Mamasa”
Diketahui, event motor trail ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Bulan Mamasa” yang diselenggarakan pemerintah daerah. Kegiatan ini berhasil menarik sekitar 700 rider dari berbagai daerah untuk datang ke Mamasa.
Dengan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh pelaku usaha, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan guna mendorong sektor pariwisata dan perekonomian lokal di Kabupaten Mamasa. (Abriano)





