Pemerintah Kota Bontang berencana membeli sebuah rumah di Jakarta. Rumah itu rencananya akan dijadikan Mess Pemda Bontang.
Meski demikian, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni belum dapat memastikan apakah proses pengadaan Mess Pemkot itu akan terlaksana tahun ini atau tidak. Pasalnya, proses yang berlangsung saat ini masih penjajakan.
Menurut Neni, awalnya sudah ada rumah yang ditarget untuk dibeli. Harga rumah itu diketahui senilai Rp8,8 Miliar. Hanya saja dalam perjalanannya, kini rumah itu sudah dikontarakkan oleh pemiliknya. Saat ini Neni megaku pihaknya sedang mencari rumah yang representatif untuk dijadikan Mess.
”Kita harus cari yang representatif, Insya Allah. Tapi kan ada tahapan-tahapannya. Sekarang kita masig ngontrak,” bebernya.
Ditanya soal urgensi pembelian Mess di Jakarta, Neni menyebut selama ini Pemkot Bontang hanya menyewa rumah yang dijadikan Mess sekaligus kantor penghubung. Menurutnya, biaya yang dikeluarkan untuk sewa terbilang mahal jika dibandingkan dengan membeli aset.
”Mahal banget Rp500 juta. Kalau kita kemarin beli kan tiap tahun kita tidak mesti keluarkan Rp500 Juta untuk sewa,” ungkapnya.
wali Kota Dua Periode itu membeberkan, keberadaan mess Pemkot di Jakarta selain sebagai Kantor penghubung juga sebagai rumah singgah bagi warga Kota Bontang yang berkunjung ke Ibu Kota.
Bagi pegawai tidak lagi dibolehkan untuk menginap di Mess mengingat sudah ada
biaya sewa penginapan yang diberikan setiap perjalanan dinas.
”Itu untuk rumah singgah saja. Untuk masyarakat Bontang ada yang ke Jakarta, ada yang berobat ada yang antar anak nya sekolah. Kalau pegawai udah gak boleh kan ada SPPD,” katanya.
Neni mengaku sempat berfikir untuk tidak lagi menyewa mess. Hanya saja, Kota Bontang tetap wajib memiliki kantor penghubung di Jakarta.
‘”Saya maunya ditutup malah. Jual aja aset yang ada. Tapi kan itu jadi kantor pehubung juga. Selama ini kita sewa aja sejak tahun 2007 kah atau 2005,” ujar Politisi Partai Golkar ini.
Disinggung soal efisiensi anggaran saat ini, Neni mengaku dirinya tidak masalah jika harus menunda untuk pembelian aset di Jakarta tahun ini.
”Bagi saya tidak ada masalah, karena belum juga. Baru itu panjang prosesnya juga, ada apracial dan lain-lain. Masih lama juga,” kata Neni.
Meski demikian Ia belum bisa memutuskan, apakah pembelian Mess di Jakarta tetap dilanjutkan, ditunda atau dibatalkan. Yang pasti kata dia, saat ini masih tahap penjajakan, dan tahapannya masih panjang.
”Ya gak bisa (beli sekarang) kalau belum ada tahapan-tahapannya. Masih panjang,” tandasnya. (yudi)








