BONTANG – Upaya peningkatan kesejahteraan nelayan terus didorong melalui penyaluran bantuan 14 unit mesin kapal 18 PK kepada Kelompok Perikanan Pulo Battoa Bersatu di Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Bantuan tersebut merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat yang diperjuangkan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari Fraksi NasDem, Arfan.
Anggota DPRD Kota Bontang sekaligus perwakilan kelompok nelayan, Muhammad Sahib, mengatakan bantuan mesin kapal ini merupakan bentuk nyata perhatian terhadap kebutuhan nelayan di wilayah pesisir.
“Mesin-mesin ini murni bantuan dari aspirasi DPRD Kaltim, dari Partai NasDem, Pak Arfan,” ujarnya.
Sahib menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas nelayan dalam melaut, sehingga lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan hasil tangkapan.
Ia juga mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada nelayan di Kota Bontang sebagai bentuk dukungan terhadap sektor perikanan daerah.
Apresiasi Kelompok Nelayan
Mewakili Kelompok Perikanan Pulo Battoa Bersatu, Sahib menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang telah disalurkan kepada para nelayan.
“Terima kasih atas perhatian kepada nelayan di Kota Bontang,” ucapnya.
Ia berharap program serupa dapat terus diperluas agar lebih banyak kelompok nelayan yang merasakan manfaat, disertai penguatan pendampingan administrasi.
Sahib juga menegaskan pentingnya penggunaan bantuan sesuai peruntukan. Ia meminta masyarakat turut mengawasi jika terdapat indikasi penyalahgunaan.
“Kalau ada hal yang tidak sesuai, silakan dilaporkan,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kaltim Fraksi NasDem, Arfan, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat pesisir.
Ia mengakui masih terdapat kelompok nelayan yang belum terakomodasi, namun hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk program berikutnya.
“Ini menjadi catatan bagi kami agar ke depan koordinasi semakin baik,” ujarnya.
Arfan menegaskan dirinya akan terus mendorong program yang berpihak pada nelayan serta memperkuat sinergi dengan dinas terkait.
“Yang terpenting adalah bagaimana kebutuhan nelayan bisa terpenuhi dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*)






