CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon, Kamis (26/3/2026).
Didampingi Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati, momentum ini menandai tolok ukur tahun pertama kepemimpinan pasangan tersebut dalam membangun fondasi visi “Setara Berkelanjutan”.
Dalam paparannya, Effendi Edo menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan fase krusial untuk meletakkan dasar pembangunan yang Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, dan Berkelanjutan hingga tahun 2029 mendatang.
Salah satu capaian menonjol yang menjadi “kado manis” bagi warga adalah lonjakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini menyentuh angka 78,99.
Angka ini naik 0,9 poin dibanding tahun sebelumnya, sekaligus mengukuhkan Kota Cirebon sebagai daerah dengan kualitas SDM tertinggi di wilayah Ciayumajakuning.
Keberhasilan ini didorong oleh meningkatnya Umur Harapan Hidup menjadi 75,97 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah yang mencapai 10,54 tahun. Di sektor ekonomi, Kota Udang mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,34% di tengah tantangan global, dengan sektor perdagangan dan jasa keuangan sebagai motor penggerak utama.
“Tahun 2025 bukan sekadar deretan angka, tapi cermin kerja keras kolektif. Kita berhasil menekan kemiskinan menjadi 8,66 persen. Meski pengangguran terbuka masih di angka 6,41 persen, ini akan jadi prioritas kami melalui penguatan vokasi ke depan,” ujar Wali Kota Effendi Edo.
Dari sisi finansial, kinerja APBD 2025 menunjukkan performa stabil. Realisasi pendapatan mencapai Rp1,631 Triliun (93,99% dari target), dengan kontribusi PAD sebesar Rp658,8 Miliar berkat transformasi digital perpajakan.
Sementara itu, serapan belanja mencapai 92,49%, yang difokuskan pada infrastruktur dan layanan dasar.
Beberapa terobosan nyata yang dirasakan masyarakat sepanjang 2025 meliputi:
-Pendidikan: Peluncuran Beasiswa IDOLA, program Sekolah Rakyat, serta renovasi 55 gedung sekolah SD/SMP.
-Kesehatan: Capaian Universal Health Coverage (UHC) 100,46%, penurunan stunting menjadi 14,07%, serta deklarasi 100% bebas BABS (ODF).
-Infrastruktur: Perbaikan 26 ruas jalan (7,28 km), penanganan 182 titik jalan lingkungan, hingga revitalisasi TPA Kopiluhur.
Grafik tata kelola pemerintahan juga meningkat dengan Indeks Reformasi Birokrasi di angka 87,61. Sepanjang tahun tersebut, Pemkot Cirebon berhasil memanen 1 penghargaan internasional, 17 penghargaan nasional, dan 12 penghargaan tingkat provinsi.
Menutup laporannya, Wali Kota mengapresiasi kemitraan harmonis dengan DPRD Kota Cirebon serta dukungan seluruh elemen masyarakat dan Forkopimda.
“Terima kasih kepada seluruh warga dan perangkat daerah atas partisipasi aktifnya. Kami berharap rekomendasi konstruktif dari legislatif dapat memperkuat perencanaan pembangunan di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. (Mu’min)








