BALIKPAPAN – Masyarakat di wilayah Kalimantan Timur tak perlu khawatir soal ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya, stok BBM untuk wilayah Kalimantan Timur aman dan cukup untuk konsumen.
Demikian ditegaskana Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun Jum’at (6/3/2026).
Ia meminta masyarakat tidak panik atas informasi yang menyebutkan stok BBM akan habis setelah 20 hari. Menurutnya, pengelolaan stok BBM di seluruh depot mengacu pada standar ketahanan stok nasional.
“Kami dari Pertamina Patra Niaga Nasional, pada prinsipnya kami selalu mengacu kepada ketahanan stok nasional, yaitu mempertahankan stok di semua depot pada angka 20 hari,” kata Edi.
Angka 20 hari itu menurutnya bukan berarti BBM akan habis setelah hari ke-21. Ketentuan tersebut hanya menjadi standar minimal untuk memastikan cadangan energi tetap terjaga.
”Itu artinya semua depot stok selalu tersedia hingga 20 hari kedepan. Itu bukan berarti dihari ke 21 BBM Kosong. Saya jelaskan, sampai hari ke 20 sampai seterusnya tetap ada. Jadi teman-teman tidak perlu khawatir,” katanya.
Ia membeberkan, setiap 2 atau 3 hari selalu ada kapal tanker yang masuk ke Kaltim. Itu menurutnya untuk memeprtahankan volume BBM yang ada di tanki-tanki kita di depot. Pertamina menurutnya tetap berkomitmen untuk menjaga ketahanan stok BBM khussunya wilayah di Kalimantan, sesuai dengan ketentuan yang mengatur.
”Kami tidak pernah melakukan penguranagan terhadap kuota sesuai dengan BBM Bersubsidi. Masih seperti apa yang diatur pemerintah lewat BPH Migas,” tegasnya.
Untuk BBM bersubsidi kata dia, juga tidak tidak ada kekurangan kuota. Untuk itu Edi mengimbau konsumen agar tidak panik dan tetap mengisi bahan bakar sesuai kebutuhan. (*)







