Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk pemeliharaan jalan kabupaten menjelang arus mudik Lebaran 2026. Dana tersebut dialokasikan guna memastikan kondisi jalan tetap aman dan layak dilalui masyarakat.
Pemeliharaan difokuskan pada sejumlah ruas jalan yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat saat periode mudik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Tabrani Aji, menjelaskan bahwa sebagian besar jalur utama penghubung antarwilayah sebenarnya merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi pada jalan kabupaten agar tetap dapat dilalui dengan aman.
“Untuk jalur penghubung utama memang lebih ke provinsi. Tapi untuk jalan kabupaten kita tetap siaga dengan melakukan pemeliharaan, sifatnya penanggulangan sementara,” ujar Tabrani saat diwawancarai melalui telepon, Rabu (11/3/2026).
Menurut dia, melalui Bidang Bina Marga, Dinas PUPR telah memetakan sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan cepat. Perbaikan difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan agar tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian di antaranya berada di Kecamatan Bengalon dan Rantau Pulung. Di kedua wilayah tersebut, petugas melakukan perbaikan sementara untuk menutup kerusakan jalan yang dinilai cukup mengganggu kelancaran lalu lintas.
Tabrani menegaskan, penanganan yang dilakukan saat ini bersifat sementara agar jalan tetap dapat dilalui masyarakat dengan aman, terutama menjelang momen Lebaran yang biasanya diikuti peningkatan volume kendaraan.
“Penanganannya sementara dulu agar tetap bisa dilalui dengan aman, sambil menunggu penanggulangan secara permanen,” jelasnya.
Ia menambahkan, anggaran pemeliharaan sebesar Rp20 miliar tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan perawatan jalan di seluruh kecamatan di Kutai Timur. Dana itu mencakup pemeliharaan rutin hingga penanganan darurat pada ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalan di berbagai wilayah guna memastikan kerusakan yang muncul dapat segera ditangani.
Menurut Tabrani, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran akses transportasi masyarakat, terutama pada periode mudik Lebaran.
“Kami berupaya agar jalan-jalan kabupaten tetap dalam kondisi layak dilalui, sehingga masyarakat yang mudik bisa bepergian dengan lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (Ronny)







