JAKARTA – Partai Golongan Karya (Golkar) menyentil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud yang kini viral karena membeli mobil dinas mewah seharga Rp8,5 Miliar.
Rudy Mas’ud yang juga saudara kandung Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud diminta untuk lebih mendengarkan suara publik ditengah efisiensi anggaran.
”Kami sudah berkomunikasi dengan Gubernur Kaltim. Kami meminta untuk lebih mendengarkan suara publik di tengah efisiensi,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji, Jumat (27/02/2026).
Menurutnya, dari penjelasan Rudy, anggaran untuk mobil dinas itu diketok pada 2024. Namun, mobil dengan spek yang direncanakan harus inden.
“Kalimantan Timur medannya berat dengan luas wilayah seperti luasan pulau Jawa. Tapi apapun kita harus mengukur dengan kondisi rakyat kita, bukan dengan ukuran pribadi,” ujarnya.
Ia mengatakan dari komunikasi itu, Rudy diketahui hingga kini masih memakai mobil pribadi sebagai mobil dinas.
“Saya menyampaikan, itu lebih baik meskipun pada dasarnya Gubernur berhak mendapatkan mobil dinas. Kebetulan Pak Gubernur mampu dan punya mobil pribadi,” katanya.
Sebelumnya, Rudy mengaku Pemprov Kaltim menganggarkan mobil dinas baru senilai RP8,5 Miliar. Menurutnya, mobil itu akan digunakan untuk menunjang kegiatan kepala daerah. Apalagi kata Ketua Golkar Kaltim ini, posisi Kaltim sebagai wilayah penyangga IKN membuat mobilitas kepala daerah banyak menyambut tamu.
“Kalimantan Timur adalah ibu Kota Nusantara, miniatur Indonesia. Tamu bukan hanya kepala daerah se-Indonesia, tapi juga global. Masa iya kepala daerahnya pakai mobil kadarnya. Kita jaga marwahnya Kaltim,” ujarnya.
Rudy menjelaskan pengadaan kendaraan dinas juga mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006. Aturan tersebut menyebut kendaraan kepala daerah jenis sedan maksimal 3.000 cc dan jenis jeep 4.200 cc.
“Mobil yang diadakan itu hanya 3.000 cc. Soal harga ada rupa, ada mutu, ada kualitas. Kami tidak mengikuti berapa harganya, kami hanya mengikuti pesan itu saja, sesuai Permendagri,” kata Rudi. (*)






