Kutim Siapkan Gudang Bulog 3.500 Ton, Upaya Jaga Harga Panen Petani

oleh -
oleh
Noviari Noor, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan pembangunan gudang penyimpanan berkapasitas 3.500 ton untuk memperkuat sistem ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas harga hasil panen petani.

Fasilitas tersebut rencananya akan dibangun oleh Perum Bulog setelah pemerintah daerah menyelesaikan proses hibah lahan sebagai syarat utama pembangunan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Noviari Noor, mengatakan keberadaan gudang Bulog dinilai strategis untuk mendukung perlindungan terhadap petani lokal, khususnya saat musim panen raya.

“Salah satu syarat utama dalam pembangunan gudang tersebut adalah hibah lahan dari pemerintah daerah kepada Bulog. Pemerintah Kabupaten Kutim telah menyiapkan lahan yang akan dihibahkan sebagai lokasi pembangunan gudang,” ujar Noviari, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, gudang penyimpanan berperan penting dalam mengatur distribusi hasil pertanian serta menjadi penyangga ketika produksi melimpah. Tanpa fasilitas penyimpanan yang memadai, petani kerap menghadapi penurunan harga akibat pasokan yang menumpuk di pasar.

Ia menambahkan, proses hibah lahan saat ini tengah dipercepat karena menjadi dasar hukum bagi Bulog untuk memulai pembangunan dan pengelolaan fasilitas tersebut.

Lahan yang disiapkan pemerintah daerah memiliki luas sekitar 4,7 hektare dan direncanakan akan ditambah sekitar 1 hektare guna mendukung pengembangan fasilitas penunjang. Sementara kebutuhan awal pembangunan gudang berkapasitas sekitar 3.500 ton beserta kantor operasional diperkirakan memerlukan lahan sekitar 3 hektare.

Di sisi lain, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kutai Timur Dyah Ratnaningrum menyebut sektor pertanian Kutai Timur terus menunjukkan perkembangan.

Pada 2026, Kutai Timur mendapatkan alokasi program cetak sawah seluas 1.106 hektare dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Pemerintah daerah juga mengusulkan tambahan 750 hektare cetak sawah baru melalui APBN 2026 untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan.

“Hingga saat ini luas lahan pertanian di Kutai Timur tercatat sekitar 2.638 hektare, dan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan produktivitas melalui berbagai program dukungan dari pemerintah pusat,” kata Dyah.

Selain perluasan lahan, peningkatan produksi juga dilakukan melalui penyediaan benih unggul. Pada periode 2023–2024, pemerintah daerah telah membangun enam unit penangkar bibit padi untuk memastikan ketersediaan benih berkualitas bagi petani.

Keberadaan gudang Bulog dinilai akan melengkapi infrastruktur pertanian yang telah dimiliki Kutim, seperti fasilitas Rice Processing Unit (RPU) serta dryer untuk pengeringan gabah.

Pemerintah daerah berharap fasilitas penyimpanan tersebut mampu menyerap hasil panen petani secara optimal sekaligus memperkuat rantai distribusi pangan, sehingga Kutai Timur dapat semakin mendekati target kemandirian pangan di masa mendatang. (*)